Sorak Betawi Condet (Suara Rakyat & Kreasi Betawi Condet)
Berita Condet – Dengan semangat pelestarian budaya yang kuat, kelas PRDC27-4SP dari LSPR Institute of Communication & Business menghadirkan Sorak Betawi Condet (Suara Rakyat & Kreasi Betawi Condet) sebagai ruang kolaboratif untuk merayakan budaya, menyalurkan kreativitas masyarakat, serta menjaga warisan Betawi agar terus hidup lintas generasi.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 20–21 Juni 2026 di Balai Budaya Condet ini sukses menyedot perhatian masyarakat. Hampir seluruh warga Condet turut hadir dan menjadi bagian dari perayaan budaya yang berlangsung meriah dan penuh warna.
Beragam rangkaian acara dihadirkan untuk menyatukan unsur edukasi, hiburan, dan partisipasi publik. Mulai dari Ngoceh Betawi yang menghadirkan ruang diskusi santai, hingga Cicip-Cicip Rasa Betawi yang memanjakan lidah pengunjung dengan ragam kuliner khas. Pengunjung juga dapat menikmati Jelajah Festival bersama tenant UMKM, kuliner lokal, hingga spot photobooth yang menarik.
Tak hanya itu, kegiatan edukatif seperti Belajar Jadi Anak Betawi menjadi daya tarik tersendiri. Dalam sesi ini, peserta diajak mengenal lebih dalam budaya Betawi melalui kelas Gambang Kromong, seni tari Lenggak Lenggok Betawi, tata gaya busana, hingga praktik pembuatan emping.
Suasana semakin semarak dengan penampilan seni dan budaya seperti Lenong, Parade Palang Pintu, Dendang Betawi, serta aksi komunitas jalanan yang berkolaborasi secara kreatif. Puncaknya, kolaborasi unik antara DJ, Gambang Kromong, dan pagelaran busana menghadirkan perpaduan harmonis antara tradisi dan modernitas.
Ketua Pokdarwis Condet, Dicky Alfansuri, menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan ini.
“Acara seperti ini menjadi bukti bahwa budaya Betawi masih sangat relevan dan bisa dikemas secara kreatif. Ini bukan hanya pelestarian, tapi juga bentuk pengembangan budaya yang melibatkan generasi muda secara langsung,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Rumpun Masyarakat Betawi, Nur Ali atau yang akrab disapa Bang Nur Ali, mengungkapkan rasa bangganya. “Menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Betawi Condet, di saat serbuan arus informasi budaya asing saat ini, ada satu kampus yang masih mau peduli terhadap pelestarian budaya Betawi, khususnya di Condet,” ungkapnya.
Melalui Sorak Betawi Condet, diharapkan semangat pelestarian budaya tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar hidup dan tumbuh di tengah masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus warisan budaya bangsa.
