Proyek galian jaringan perpipaan air bersih di sepanjang kawasan Condet, Jakarta Timur
Berita Condet – Proyek galian jaringan perpipaan air bersih di sepanjang kawasan Condet, Jakarta Timur, terus menuai keluhan dari warga. Pekerjaan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir dinilai mengganggu mobilitas masyarakat, memicu kemacetan berkepanjangan, hingga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan pengguna jalan.
Pantauan BeritaCondet.com di sejumlah titik Jalan Raya Condet menunjukkan masih terdapat area galian yang menyisakan penyempitan badan jalan. Pada jam sibuk pagi dan sore hari, antrean kendaraan kerap mengular, terutama di ruas jalan yang menjadi jalur utama penghubung Kramat Jati, Batu Ampar, dan Cililitan.
“Setiap hari saya berangkat kerja lewat sini. Waktu tempuh yang biasanya 15 menit sekarang bisa dua kali lipat. Belum lagi debu dan jalan yang tidak rata,” ujar Rahmat (42), warga Condet yang ditemui saat melintas di kawasan tersebut.
Keluhan serupa juga disampaikan para pelaku usaha di sekitar lokasi proyek. Mereka mengaku akses menuju tempat usaha menjadi kurang nyaman sehingga berdampak pada jumlah pelanggan yang datang.
“Pembeli jadi malas berhenti karena parkir susah dan jalan macet. Kami paham ini proyek untuk kepentingan masyarakat, tapi pelaksanaannya seharusnya lebih tertata,” kata seorang pemilik warung makan di Jalan Raya Condet.
Selain kemacetan, warga juga menyoroti kondisi bekas galian yang dinilai belum sepenuhnya rapi. Beberapa titik jalan terlihat bergelombang dan terdapat genangan saat hujan turun. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan potensi kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Dalam beberapa kesempatan, Pemerintah Kota Jakarta Timur telah meminta percepatan perbaikan dan penanganan bekas galian agar tidak membahayakan pengguna jalan. Koordinasi dengan pihak PAM Jaya juga terus dilakukan untuk memastikan proses pemulihan infrastruktur berjalan sesuai standar keselamatan.
Di sisi lain, sejumlah warga mengakui bahwa proyek penyediaan air perpipaan merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat Jakarta. Mereka berharap pembangunan tetap dilanjutkan, namun dengan manajemen pekerjaan yang lebih baik agar dampaknya terhadap aktivitas warga dapat diminimalkan.
“Kami tidak menolak pembangunan. Air bersih memang kebutuhan. Tapi masyarakat juga butuh kepastian kapan proyek selesai dan kapan kondisi jalan kembali normal,” ujar Yani (38), warga Balekambang.
Hingga kini, harapan terbesar masyarakat Condet adalah percepatan penyelesaian proyek serta perbaikan menyeluruh terhadap ruas jalan yang terdampak. Warga berharap pembangunan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan pelayanan publik tidak justru menimbulkan beban berkepanjangan bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas di kawasan Condet.
(Reporter: BeritaCondet.com)
